Prediksi La Nina Hadir Akhir 2025, Musim Hujan Lebih Panjang

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), memperkirakan akan hadirnya kembali La Nina Akhir 2025, Fenomena tersebut menyebabkan musim penghujan lebih awal serta berlangsung lebih lama daripada biasanya.

Fenomena iklim kembali menjadi perhatian publik setelah BMKG merilis prediksi terbaru terkait potensi terjadinya La Nina pada penghujung tahun 2025. Dapat dilihat melalui website Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dijelaskan bahwa Mengenai perkiraan La Nina Si Pembawa Hujan akan terjadi atau tidak, fenomena tersebut merupakan kejadian anomali iklim global yang ditandai dengan keadaan suhu permukaan laut (SPL) atau sea surface temperature (SST) di Samudra Pasifik tropis bagian tengah dan timur yang lebih dingin dibandingkan suhu normalnya. Ada beberapa fakta seputar La Nina, diantara-Nya La Nina mempunyai siklus 3-7 tahun sekali, serta dapat meningkatkan curah hujan bulanan hingga 40%. Kondisi ini diyakini akan membawa peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di kawasan barat dan tengah yang dikenal memiliki intensitas hujan tinggi saat La Nina berlangsung

Fase ini biasanya berkorelasi dengan peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia bagian barat. Dari pemberitaan CNBC, dapat dilihat bahwa Sebanyak 333 ZOM (47,6%) di Indonesia memasuki musim hujan pada September hingga November 2025. Sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan sudah memasuki musim hujan sebelum September 2025. Kemudian musim hujan akan meluas secara bertahap ke wilayah selatan dan timur, dengan sebagian besar daerah diprediksi mulai mengalami musim hujan pada September, Oktober, dan November 2025. Menjadikan musim hujan mendatang berpotensi lebih panjang serta dimulai lebih awal dari biasanya.

La Nina secara umum ditandai oleh penurunan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Dapat dilihat melalui portal online BMKG, beberapa dampak yang akan terjadi, dampak positif diantaranya, Curah hujan yg lebih tinggi dapat meningkatkan ketersediaan air untuk irigasi, utamanya bagi lahan tadah hujan. Peningkatan ketersediaan air berpeluang meningkatkan produktivitas tanaman. Dan dampak negatif dari curah hujan, Berlimpahnya air hujan meningkatkan resiko banjir di lahan pertanian yang dapat memicu gagal panen. Tanaman rentan terserang penyakit yang berkembang di kondisi lembab.

La Nina merupakan keterbalikan dari fenomena El Nino dimana berdasarkan analisis dinamika atmosfer dan lautan, BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia pada 2025 akan mengalami curah hujan tahunan dalam kategori normal, dengan jumlah berkisar antara 1.000 hingga 5.000 mm per tahun, dan diperkirakan 20-40% curah hujan meningkat. Sebanyak 67% wilayah Indonesia diprediksi akan menerima curah hujan lebih dari 2.500 mm per tahun (kategori tinggi), meliputi sebagian besar Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau bagian barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung bagian utara, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi bagian tengah dan selatan, serta sebagian besar wilayah Papua. 

Memanfaatkan terjadinya fenomena La Nina sebagai solusi dengan cara, menjaga Kebersihan Waduk dan Sungai, agar airnya tetap bersih dan layak digunakan. Memperbaiki Saluran, agar air tidak tersumbat dan menyebabkan banjir serta bisa dialirkan ke sawah sawah atau perkebunan dengan lancar. Membuat Sumur Resapan, agar air hujan tidak langsung mengalir ke sungai dan terbuang percuma. Memanfaatkan Air Hujan Untuk Keperluan Sehari – Hari, misalnya, menampung air hujan untuk menyiram tanaman atau mencuci kendaraan.

Masyarakat agar tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi cuaca secara berkala. Kesiapsiagaan dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga mitigasi bencana menjadi kunci untuk menghadapi musim hujan panjang memang dapat meningkatkan resiko banjir. Namun dengan pengelolaan infrastruktur air yang tepat, kita dapat mengubah tantangan ini menjadi peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mulai dari ketersediaan air bersih. Memanfaatkan curah hujan tinggi ini secara bijaksana. (Fadilah 08/10/25)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *