Hilangnya sosok orang tua di kehidupan anak, maka anak terkadang bingung untuk menghadapi kehidupannya dikarenakan tidak adanya contoh kepribadian sehari-hari.
Anak merupakan anugerah atau titipan yang diberikan sang pencipta, namun ada beberapa orang tua yang belum diberikan kepercayaan oleh tuhan. Anak adalah nikmat besar yang Allah berikan kepada para orang tua. Allah mengingatkan tentang nikmat ini,
لِّلَّهِ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ يَخۡلُقُ مَا يَشَآءُۚ يَهَبُ لِمَن يَشَآءُ إِنَٰثٗا وَيَهَبُ لِمَن يَشَآءُ ٱلذُّكُورَ
“Milik Allahlah kerajaan langit dan bumi. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki.” (QS. Asy-Syura: 49)
Maka dari hal yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT maka akan terjadi, sehingga orang tua yang memiliki memiliki anak patutlah bersyukur. Orang tua juga haruslah menjaga amanah yang diberikan, tanpa membedakan mana perempuan atau laki-laki.
Namun, saat ini banyak anak yang kehilangan sosok orang tua. Dalam kehidupan anak orang tua merupakan sebuah contoh untuk dirinya, namun adanya mereka terkadang tidak ada waktu untuk anak. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji, mengatakan sekitar 80 persen anak Indonesia kehilangan sosok ayah dalam keluarga. Bahkan ia menyebutkan sekitar 20 persen anak-anak Indonesia tumbuh tanpa peran aktif Ayah. Maka anak merasa kehilangan sebuah contoh kepribadian sehari-hari, dan terkadang anak bingung untuk menyikapi nasehat orang tua yang jarang berinteraksi dengan dirinya.
Anak yang tidak dekat dengan orang tua mayoritas bukan lah kesalahan sang anak, melainkan banyak anak yang tidak mendapatkan peran untuk dijadikan contoh. Kondisi ini sangat tidak ideal untuk tumbuh kembang anak, dikarenakan akan terdapat dampak-dampak negatif yang nantinya dimiliki anak jika mendapatkan kasih sayang kurang lengkap dari orang tua. Pasalnya anak-anak yang tidak mendapatkan kasih sayang lengkap dari orang tua, cenderung menghabiskan waktunya untuk bermain gadget dan menyelami media sosial. Padahal, informasi-informasi yang ada di media sosial tersebut, tidak semua baik untuk mereka.
Ada beberapa contoh anak yang kehilangan sebuah contoh orang tua yang tidak pernah bahkan jarang hadir dalam kehidupan keseharian anak yaitu, orang tua yang sibuk bekerja. Terkadang pergi pagi-pagi, lalu pulang larut malam. Selain itu, orang tua yang bertugas hingga hanya dapat pulang 1 atau 2 kali dalam setahun. Orang tua yang keras kepada anak adalah, sering membentak dengan kalimat-kalimat yang menyakiti dan menghakimi, maka hal tersebut yang dijadikan sebagai contoh kepribadian dalam dirinya.
Hal ini membuat kehadiran orang tua tidak dirasakan oleh anak, dimana anak membutuhkan hubungan yang hangat disertai bahasa cinta, baik secara verbal maupun secara sentuhan fisik (pelukan). Anak juga akan memberikan efek baik dari apa yang dicontohkan dan dirasakan ketika dekat dengan orang tuanya, ketika anak salah cukup dinasehati tanpa harus dibentak hingga melakukan kekerasan. (Fadilah, 17/11/2025)