Menumbuhkan Kembali Sikap Sopan Santun

Sikap sopan santun amatlah diperlukan di masa saat ini, dimana peran lingkungan sekitar diperlukan. Dengan adanya peran orang tua dan lingkungan sekitar dalam mendidik anak-anak, akan membawa kehidupan yang lebih positif. 

Sikap sopan santun merupakan hal yang sudah diajarkan oleh para orang tua di rumah, ataupun bersama guru ketika di sekolah. Dalam jurnal Aini (2019) menuliskan bahwa Sopan santun adalah sikap yang mencerminkan penghargaan, penghormatan, etika, dan moral. Walaupun tidak tertulis secara formal, norma kesopanan di lingkungan sosial menjadi aturan yang diterima oleh masyarakat karena perannya dalam mengurangi konflik yang dapat terjadi. Kesopanan ini dapat diwujudkan melalui perilaku, sikap, dan tutur kata yang santun. Sikap sopan santun pada anak sangat dipengaruhi oleh bagaimana orang tua menumbuhkan aspek-aspek budi pekerti yang positif. Orang tua menjadi contoh terdepan bagi para anak, sikap anak tergantung pada sikap orang tuanya bertindak. 

Dalam menumbuhkan sikap sopan santun kepada anak peran lingkungan sekitar sangat dibutuhkan. Dikutip dari jurnal Aulad yang ditulis oleh Aulia dkk, disana dijelaskan bahwa orang tua, guru, dan anggota masyarakat harus bekerja sama untuk mengatasi masalah ini. Masyarakat memiliki tanggung jawab untuk mendidik remaja tentang pentingnya budaya kesantunan, dan orang tua memiliki tanggung jawab untuk mengajarkan cita-cita kesantunan kepada anak-anak mereka. Lingkungan sekitar sangat diperlukan dalam membangun sikap yang baik kepada anak kecil, sampai remaja. 

Tak bisa kita pungkiri, bahwa banyak anak-anak tidak menerapkan sikap sopan santun saat ini. Menurut Nadya 2010, pada jurnal dijelaskan bahwa  tidak bisa dipungkiri seiring dengan berjalannya waktu isu-isu menurunnya karakter sontak sering terdengar. Hilangnya karakter pada generasi muda   ini tentu menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan. Secara spesifik bahwa etika dalam dunia pendidikan terutama etika murid terhadap guru saat ini sudah mulai pudar dan bahkan telah hilang, walaupun etika itu sendiri masih ada namun seringkali banyak kesalahan dalam penempatannya. Maka peran orang tua untuk kembali memperhatikan sikap anak, dan juga memberikan nasihat kepada anak tentang sikap tersebut. 

Melihat menurunnya sikap sopan santun, kita perlu menumbuhkan lagi sikap tersebut dikarenakan pentingnya dalam penerapan di kehidupan sehari-hari. Menurut Hartono 2010 tentang teori sopan santun, menjelaskan bahwa  kebiasaan yang baik dan disepakati dalam lingkungan pergaulan antar manusia setempat. Sopan santun terdiri atas “sopan” dan “santun” yang berarti adat, aturan, norma, peraturan. Santun berarti norma, bahasa yang taklim (amat hormat), kelakuan, tindakan, perbuatan. 

Ketika anak-anak sudah menerapkan sikap sopan santun, maka tidak adanya sikap yang semena mena. Contoh anak yang sudah menerapkan sikap tersebut seperti , anak-anak selalu menyampaikan salam saat mereka berpapasan dengan guru dan teman, menghargai orang yang lebih tua, dan membantu teman yang membutuhkan. Sikap-sikap ini menunjukkan bahwa anak-anak telah mengetahui dan mengamalkan aspek-aspek moral dan agama yang diajarkan di sekolah. 

Peran untuk menumbuhkan kembali sikap sopan santun tidak hanyalah guru melainkan peran orangtua dan lingkungan disekitar sangatlah diperlukan. Ketika sikap tersebut diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari maka kehidupan yang rukun dan sikap saling menghormati kepada orang yang lebih tua akan terjalankan. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *