Dampak perubahan lingkungan berpotensi menimbulkan trauma dan gangguan kesehatan mental. Menjaga perilaku positif, pola makan dan gaya hidup penting dilakukan.
Tangerang Selatan – Cuaca yang berubah-ubah tidak hanya berdampak pada lingkungan dan kesehatan fisik, tetapi juga menimbulkan potensi ancaman serius terhadap kesehatan mental anak-anak. Laporan terbaru dari American Psychological Association (APA), perubahan iklim ternyata dapat berdampak terhadap kesehatan mental anak dan remaja, bahkan dalam jangka panjang.
Dampak dari perubahan iklim, seperti bencana cuaca, dapat menimbulkan trauma dan PTSD (Gangguan Stress Pasca Trauma) dalam jangka pendek, serta berbagai tantangan kesehatan mental jangka panjang jika tidak ada intervensi yang tepat. Dampak jangka panjang perubahan iklim, seperti panas, kekeringan, dan kualitas udara yang buruk, dapat meningkatkan risiko kecemasan, depresi, gangguan bipolar, gangguan fungsi kognitif, agresi interpersonal, dan dampak kesehatan mental lainnya.
Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2023, diperkirakan 4,1% remaja usia 10–14 tahun dan 5,3% remaja usia 15–19 tahun mengalami gangguan kecemasan (1). Depresi diperkirakan terjadi pada 1,3% remaja usia 10–14 tahun, dan 3,4% remaja usia 15–19 tahun (1). Depresi dan kecemasan memiliki beberapa gejala yang sama, termasuk perubahan suasana hati yang cepat dan tak terduga.
Adapun Inisiatif Helping Adolescents Thrive (HAT) tak lain upaya bersama WHO dan UNICEF untuk memperkuat kebijakan dan program kesehatan mental remaja. Lebih spesifik lagi, upaya yang dilakukan melalui Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan mental dan mencegah gangguan kesehatan mental. Inisiatif ini juga bertujuan untuk membantu mencegah perilaku menyakiti diri sendiri dan perilaku berisiko lainnya, seperti penyalahgunaan alkohol dan narkoba, yang berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik pada anak.
Masyarakat perlu memiliki kesehatan mental dan emosional yang baik, serta kemampuan untuk mengambil keputusan yang baik dan bertanggung jawab atas tindakan mereka. Pola makan yang sehat dan bergizi sangat penting bagi kesehatan remaja. Orangtua dan remaja sendiri perlu memperhatikan asupan makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka. (Fad)