Derasnya arus informasi dan maraknya konten negatif membuat masyarakat perlu literasi digital, untuk meningkatkan pengetahuan tentang informasi yang diterima.
Mudahnya mengakses informasi di era digital ini, membuat masyarakat membutuhkan peningkatan pengetahuan melalui literasi digital. Dalam buku yang berjudul Peran Literasi Digital di Masa Pandemik (2021) yang ditulis oleh Devri Suherdi, mengungkapkan bahwa literasi digital merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lain sebagainya. Kemampuan masyarakat untuk menerapkan literasi digital yang bertujuan untuk menemukan informasi yang betul adanya, memanfaatkan serta menggunakan media digital dengan secara bijak, dan sesuai dengan kegunaannya.
Masyarakat menggunakan teknologi akan berkaitan dengan informasi dan komunikasi, dimana literasi digital dapat meningkatkan pengetahuan bagi pengguna. Kemampuan yang dimiliki masyarakat dalam menggunakan teknologi dan informasi yang didapat, untuk mengelola nya dengan bijak untuk menciptakan sebuah interaksi dan komunikasi yang positif. Dalam penerapan literasi digital memerlukan adanya prinsip awal dimana dalam buku Atribusi Kewargaan Digital dalam Literasi Digital (2018), dijelaskan berbagai macam prinsip. Diantaranya untuk memahami informasi yang diberikan media kepada masyarakat. Ketergantungan media dengan media yang lain dan saling berhubungan, media selalu berdampingan dan melengkapi satu sama lain. Prinsip dari faktor sosial adalah media berbagi pesan atau informasi kepada masyarakat, keberhasilan suatu media itu ditentukan oleh penerima informasi. Masyarakat juga memiliki kemampuan untuk mengakses informasi dan mengumpulkan informasi yang dinilai berguna.
Penerapan literasi digital yang dilakukan masyarakat akan berdampak pada sikap masyarakat dalam menggunakan teknologi, serta pengetahuan baru. Literasi digital memberikan berbagai macam manfaat yang ditulis oleh Eti Sumiati (2020). Menuliskan manfaat dari literasi digital untuk meningkatkan kemampuan masyarakat untuk lebih berfikir kritis dalam memahami informasi, menambah kosakata baru dari berbagai informasi yang dibaca. Iya juga menjelaskan bahwa literasi digital dapat meningkatkan daya fokus serta konsentrasi pada masyarakat, serta menambah kemampuannya masyarakat dalam merangkai kalimat dan menulis informasi.
Dalam menerapkan literasi digital dimana masyarakat harus lebih bijak dalam mengakses sebuah informasi, hal tersebut juga memiliki tantangan yang harus dihadapi masyarakat. Diantaranya arus informasi yang begitu cepat dan banyak, membuat masyarakat terlalu banyak menerima informasi hal tersebut bisa diatasi dengan meningkatkan literasi digital untuk mencari informasi yang benar adanya. Tantangan selanjutnya adalah konten negatif di mana banyaknya konten pornografi, isu sara, kemampuan masyarakat dalam mengakses internet khususnya teknologi informasi dan Komunikasi haru di seimbangkan dengan literasi digital sehingga masyarakat dapat memilah dan memilih konten yang positif dan bermanfaat.
Sebagai contoh dari penerapan literasi digital di berbagai lingkungan, seperti di lingkungan sekolah dengan contoh pembelajaran melalui media daring dengan menggunakan aplikasi ataupun web yang dipercaya . Sedangkan di lingkungan masyarakat, menggunakan media sebagai promosi jualan, serta menggalang dana ataupun donasi. Dan Ketika dirumah dapat dicontohkan dengan mendengarkan musik dari layanan streaming resmi, dan melihat tutorial masak dari internet. Dari sana masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan melalui literasi digital yang dilakukan dengan bijak. (Fadilah 01/11/2025)