Belum Bisa Membaca Akibat Kurangnya Dukungan

Rendahnya kemampuan membaca di kalangan siswa Sekolah Dasar (SD), Hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Bukan hanya sekedar fasilitas, tetapi juga dukungan dari orang terdekat berpengaruh terhadap tingkat membaca anak.

Sebuah fenomena banyaknya siswa yang belum bisa membaca di tingkat Sekolah Dasar (SD), sampai ke tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di beberapa daerah tertentu. Menurut tulisan yang dimuat di kompas.com menjelaskan bahwa ada ratusan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di provinsi Bali, ternyata tidak bisa membaca. Kondisi ini menyimpulkan bahwa pendidikan literasi belum sepenuhnya berjalan. 

Saat ini banyaknya orang tua yang menyerahkan sepenuhnya urusan belajar kepada pihak sekolah, sehingga anak tidak mendapatkan perhatian dari orang terdekat. Dari pemberitaan tersebut juga dijelaskan bahwa faktor penyebab anak tidak bisa membaca adalah kurangnya motivasi, pembelajaran tidak tuntas, disleksia, disabilitas, dan kurangnya dukungan keluarga. Anak-anak yang tidak mendapatkan perhatian dari keluarga akan kehilangan motivasi pada dirinya. 

Banyaknya siswa yang belum bisa membaca akibat kurangnya dukungan, membawa dampak negatif pada dunia pendidikan. Diantaranya, anak menjadi tidak optimal mengkonstruksi pengetahuan sehingga memiliki prestasi belajar yang relatif rendah. Menurunkan rasa percaya diri, membuat mereka bergantung pada bantuan orang lain, dan beresiko kehilangan motivasi untuk bersekolah. Membaca hanya menjadi aktivitas yang sungguh membosankan bagi anak yang rendah kemampuan dan minat bacanya. 

Fenomena tersebut menjadi perhatian di dunia pendidikan, dimana anak lebih mementingkan teknologi dan turunnya minat membaca terutama ketika keluarga tidak memperhatikan. Menurut Gottlieb (1983) dukungan keluarga terdiri dari informasi atau nasehat verbal dan non verbal, bantuan nyata, atau tindakan yang diberikan oleh keakraban sosial atau didapat karena kehadiran mereka dan mempunyai manfaat emosional atau efek perilaku bagi pihak penerima. Dari teori tersebut bisa kita baca bahwa dukungan orang terdekat mempunyai manfaat pada anak, dari segi emosional. 

Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, yang diakibatkan kurangnya dukungan keluarga perlu dilakukan secara menyeluruh. Orang tua harus lebih aktif mendampingi anak belajar di rumah dan membiasakan kegiatan membaca bersama setiap hari, meski hanya dalam waktu singkat. Sekolah dapat memperkuat program literasi dasar dengan metode belajar yang menyenangkan serta melibatkan keluarga dalam kegiatan literasi. Pemerintah juga perlu memperluas pelatihan bagi guru dan orang tua tentang pentingnya peran mereka dalam membangun budaya membaca.

Dalam hal meningkatkan minat baca anaknya yang rendah, hendaknya orang tua mengambil alih dengan cara memberikan dorongan atau dukungan. Orangtua atau keluarga hendaknya memberikan suatu pengetahuan dan penjelasan mengenai pentingnya membaca kepada anak. Dukungan keluarga yang baik akan memberikan pengaruh terhadap minat baca siswa. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *