Banyaknya bencana yang terjadi, yang terjadi dari berbagai faktor salah satunya adalah manusia itu sendiri. Alam telah memberikan peringatan, maka tergantung manusianya akan bagaimana dalam menyikapi bencana tersebut.
Hutan yang ditebang sampai gundul, pepohonan yang jarang ditanam kembali. Hutan dan rawa diubah menjadi perumahan elit, tanpa mementingkan bencana apa yang akan terjadi. Dari data Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada tahun 2024, salah satu bencana yang terjadi di Indonesia ialah tanah longsor. Kejadian tersebut terjadi sekitar 207 kali pada tahun 2024, dampak dari bencana tersebut adalah 213 korban meninggal dunia, 22 hilang, 123 luka-luka dan 59.531 menderita dan mengungsi.
Dari musibah yang terjadi menjadi peringatan kepada manusia, bahwa Allah SWT sudah memperlihatkan kita tentang bencana beserta dampak nya. Dalam Al-Qur’an surah Ar-Rum ayat 41 dijelaskan :
ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Yang artinya ialah : Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
Dari firman tersebut, dapat dipahami bahwa Allah SWT telah menegur manusia melalui bencana, sehingga manusia kembali tersadar bahwa derajat mereka hanyalah seorang hamba yang tidak boleh bersikap semena-mena kepada siapapun. Mirisnya lagi halnyersebut kembali terjadi pada tanggal 16 bulan November 2025, di daerah Banjarnegara dan cilacap. Dimana daerah tersebut telah tercatat Data BNPB periode 2015–2024 menunjukkan Banjarnegara menempati posisi pertama wilayah dengan korban longsor tertinggi, yang disusul oleh daerah Cilacap.
Kejadian tersebut banyak warga yang kehilangan tempat tinggal dan mengharuskan mengungsi di daerah yang lebih aman. Tumbuhan dan Pohon di Area hutan akan menjadi penguat struktur tanah, jadi saat terjadi hujan deras, air tidak langsung mengenai tanah sebab akar pohon akan menjadi penyerap air hujan. Namun kerusakan hutan dan penggundulan hutan akan menjadi pemicu terjadinya tanah longsor besar. sebab sudah tidak ada lagi akar tanaman yang mampu menyerap air hujan. Dari hal tersebut peringatan yang diberikan oleh alam, menjadi titik kesadaran manusia untuk kembali menyayangi alam.
Dari penyebab tersebut perlu dilakukannya pencegahan untuk mengurangi bencana tersebut dengan berbagai macam cara. Seperti, Hindari pembuatan sawah di lereng dikarenakan lereng penuh dengan air sehingga tanah rentan untuk bergeser. Selanjutnya ialah tidak membangun rumah dibawah tebing, hindari penebangan pohon, jangan mendirikan bangunan di sekitar sungai dan membuat terasering. Itulah salah satu cara untuk mengurangi resiko tanah longsor. (Fadilah, 18/11/2025)