Kesadaran terhadap lingkungan amatlah diperlukan, dimana kondisi saat ini sudah ada fenomena penyebaran lingkungan baru. hujan yang telah mengandung mikroplastik yang memberikan dampak kurang baik pada tubuh manusia.
Biasanya hujan yang selalu ditunggu ketika musim kemarau, saat ini malah memberikan dampak pada kesehatan. Dimana anak-anak yang dahulunya diperbolehkan orang tuanya untuk bermain dibawah guyuran hujan, kini orang tua harus mengawasi anak-anak nya. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), memberikan fakta bahwa saat ini air hujan telah terkontaminasi dengan mikroplastik. Dimana mikroplastik sangat berbahaya bagi kesehatan, hadirnya mikroplastik ini disebabkan oleh aktivitas manusia di perkotaan. Kondisi tersebut bukan hanya mencemari tanah dan laut, melainkan sudah mengenai atmosfer.
Mikroplastik menjadi salah satu fenomena yang baru ditemui, sehingga menjadi fese baru pada pencemaran lingkungan yang memberikan ancaman pada kesehatan manusia. Menurut Annisa Utami Rauf sebagai dosen departemen lingkungan, Universitas Gadjah Mada (UGM), mengungkapkan bahwa mikroplastik memberikan ancaman kepada kesehatan manusia, Dalam studi hewan sudah ditemukan beberapa partikel di berbagai organ dan berpotensi menyebabkan gangguan pada reproduksi.
Sedihnya lagi, Penyebaran mikroplastik paling tinggi ialah di daerah perkotaan yang padat akan penduduknya. Aktivitas manusia tidak jauh dari plastik yang digunakan hanya sekali pakai sehingga berkontribusi besar pada akumulasi partikel plastik di udara dan lingkungan. Sejumlah penelitian global yang ditemukan, hadirnya mikroplastik telah ditemukan dalam darah dan organ manusia, termasuk pada sistem pencernaan. Annisa kembali menekankan bahwa bukti ilmiah masih perlu dikembangkan, sedangkan beberapa peneliti memang sudah menunjukan adanya akumulasi dalam tubuh manusia, akan tetapi efek yang dirasakan belum jelas karena masih proses penelitian masih berlangsung.
Kesehatan manusia menjadi tantangan terbesar untuk mengendalikan pemaparan mikroplastik, rendahnya kesadaran dan kebiasaan masyarakat. langkah awal yang dapat kita mulai, dengan membawa botol minum sendiri dan menghindari kantong plastik dalam berbelanja. Annisa menilai dengan menggunakan konsep reduce dan reuse menjadi strategi yang cocok untuk saat ini, untuk mengurangi beberapa potensi akumulasi mikroplastik. Banyak negara yang telah memulai langkah awal tersebut, dengan memberikan insentif bagi masyarakat.
Mikroplastik sudah menyebar di berbagai bidang lingkungan, termasuk udara dan awan yang menyebabkan air hujan yang terkontaminasi. Perlunya membangun kesadaran pada masyarakat dan membuat kebijakan tentang hal tersebut. Kesadaran harus dibangun dari diri sendiri dan lingkungan, ketika kesadaran tumbuh akan menciptakan lingkungan yang sehat pula, sehingga berdampak untuk kesehatan diri kita sendiri. (Fadilah, 14/11/2025)