Fenomena yang terjadi yang muncul dikarenakan pembelajaran jarak jauh dan kurangnya interaksi sosial, learning loss dimana kondisi ini yang mengakibatkan menurunnya tingkat motivasi anak.
Pasca pandemi memberikan dampak dari hilangnya pengetahuan, dan keterampilan anak bangsa. Kelas yang kembali ramai dengan hadirnya siswa setelah pembelajaran daring, namun tingkat semangat belajar yang pudar dari wajah siswa. Menurut Prof. Dr. Abdul Mu’ti, saat ini bangsa Indonesia mengalami learning loss yang cukup serius, dimana kondisi tersebut menurunnya motivasi, kemampuan belajar dan pencapaian siswa. Masa pandemi lalu pembelajaran yang dilakukan dari jarak jauh, sehingga banyak siswa yang tidak belajar dengan serius dan akibatnya masih kita rasakan hingga saat ini.
Wabah penyakit yang melanda beberapa tahun lalu ternyata meninggalkan sebuah fenomena learning loss, dimana terjadinya penurunan kemampuan belajar serta pencapaian akademis. Learning loss muncul diakibatkan dengan adanya, ketimpangan atau ketidaksesuaian antara kemampuan dan hasil belajar siswa. Anak bangsa mulai menghadapi gangguan serta tantangan dalam proses pembelajaran, sehingga memberikan dampak yang kurang baik pada bidang pendidikan.
Nyatanya, kondisi tersebut memberikan dampak yang begitu nampak terutama di bidang pendidikan. Diantaranya kurangnya pemahaman anak bangsa dalam memahami materi pembelajaran, penurunan skor ujian, serta adanya kesulitan dalam mengikuti kurikulum atau tahapan pembelajaran yang seharusnya sesuai dengan perkembangan anak. Mirisnya, kondisi tersebut bukan hanya terjadi di masa pandemi covid. Ternyata kondisi tersebut juga terjadi ketika selama masa libur panjang, perpindahan sekolah serta situasi lain yang membuat pendidikan terhambat.
Dengan terhambatnya pembelajar, namun perlu dipahami bahwa kondisi learning loss bukanlah kesalahan siswa. Hal tersebut merupakan hasil dari tantangan yang di luar kendali. Seperti contoh, perubahan secara tiba-tiba dalam teknik pembelajaran yang dilakukan, tidak bisa berinteraksi secara langsung dengan guru maupun dengan teman sekelas, sehingga membatasi dan mengubah cara belajar-mengajar.
Munculnya kondisi learning loss, disebabkan oleh beberapa penyebab diantaranya menurut Ancilla Adjeng yang dikutip dari portal online Educa. Penyebab umum ialah, adanya gangguan dalam rutinitas pembelajaran sehingga adanya perubahan dan rutinitas harian, pembelajaran jarak jauh yang kurang optimal, ketidaksetaraan akses, kurangnya interaksi sosial, gangguan mental, kurangnya motivasi, keterbatasan untuk mencari sumber belajar serta terbatasnya fokus dan kedisiplinan.
Banyaknya penyebab yang diakibatkan kondisi learning loss, sehingga memberikan tantangan serius terutama bidang pendidikan. Hal tersebut membutuhkan pendekatan atau solusi yang tepat, sehingga membantu siswa mengatasi keterlambatan dalam pembelajaran serta kreativitas yang tertunda. Pendekatan yang ditawarkan oleh Abdul mu’ti adalah deep learning, dimana konsep tersebut tidak hanya meminta murid untuk menghafal materi atau memberikan tugas dan soal tanpa memahami. Melainkan pendekatan tersebut dapat memiliki karakteristik mindful yang mengajak anak untuk belajar dengan kesadaran, anak juga dapat memahami makna yang dipelajari di sekolah.
Learning loss merupakan dasar dari mulanya penurunan tingkat motivasi, belajar dan juga pencapaian akademis siswa. Beragam penyebab dari kondisi, dimana berubahnya kondisi secara cepat. Perlu ditekankan bahwa kondisi tersebut bukanlah kesalahan siswa maupun guru. Kondisi tersebut mendapatkan solusi ialah dengan menerapkan konsep deep learning dimana konsep tersebut mengajarkan siswa lebih aktif dan memahami pembelajaran.(Fadilah 02/11/2025)