Pembentukan Karakter Anak Jadi Tugas Bersama 

Karakter anak bukan hanya tugas orang tua, melainkan kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah. Karakter anak sebaiknya ditanamkan sejak sedini mungkin, dikarenakan masa kanak-kanak merupakan masa mengoptimalkan karakter. 

Generasi muda menentukan nasib negara di masa depan, jika generasi muda memiliki karakter yang baik maka negara tersebut akan terus maju dan berkembang. Karakter merupakan sebuah moral, sikap, atau sifat yang dimiliki seseorang yang mampu membedakan dirinya dengan orang lain. Karakter anak yang berkualitas harus dibina sedini mungkin, sehingga anak terbiasa berperilaku positif. 

Dalam pembentukan karakter anak tidak hanya tugas orang tua, melainkan masyarakat menjadi salah satu peran penting untuk membentuk karakter anak. Menurut Nana Prasetyo, Ada dua faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter, bawaan dari dalam diri anak dan pandangan anak terhadap dunia yang dimilikinya, seperti pengetahuan, pengalaman, prinsip-prinsip moral yang diterima, bimbingan, pengarahan dan interaksi (hubungan) orangtua-anak maupun masyarakat. Lingkungan yang positif akan membentuk karakter yang positif pula pada anak, maka sebaliknya jika lingkungan negatif maka karakter yang dimiliki anak akan buruk. 

Blumer (Chawa, 2021), tokoh sosiologi dengan teorinya tentang interaksionisme simbolik menyatakan bahwa masyarakat terbentuk dari kumpulan interaksi sosial antar individu setiap harinya.Adisusilo, 2013 pada dasarnya perilaku yang tersembunyi dalam pikiran seseorang karena tersimpan dalam cara berpikirnya. Maka hanya melihat tampilan seseorang tidak cukup untuk mengetahui apa yang menjadi pertimbangan moral di balik perilaku seseorang. Sehingga inovasi untuk menghasilkan rubrik penilaian karakter positif perlu terus dibangun.

Menekankan pentingnya pembangunan karakter pada anak, bukan hanya tugas orang tua melainkan kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah. Hal tersebut disampaikan oleh guru besar IPB university, prof Dwi Hastuti dalam orasi ilmiah,  dikutip Selasa (28/10).  Adanya kolaborasi antara orang tua, masyarakat dan pemerintah karena untuk meningkatkan kualitas hidup anak yang merupakan indikator penting dalam kemajuan bangsa. 

Karakter merupakan perilaku positif yang berkaitan dengan moral yang berlaku, seperti kejujuran, percaya diri, bertanggung jawab, penolong, dapat dipercaya, menghargai, menghormati, menyayangi, dan sebagainya. Setiap anak memiliki perilaku positif, masalahnya, kemampuan dasar yang terdapat di dalam diri anak itu tidak bisa berkembang dengan sendirinya, melainkan harus dikembangkan dengan sungguh-sungguh melalui pengasuhan dan bimbingan yang positif. 

Kegagalan yang dimiliki pada anak apabila karakter yang dimilikinya negatif maka akan berdampak negatif. Diantaranya kekerasan sebagai solusi untuk menyelesaikan masalah, aksi penipuan untuk cepat menjadi kaya, pemukulan untuk menunjukkan kuasa, pembunuhan untuk menghilangkan jejak kejahatan, pelecehan seksual sebagai pemuas nafsu, dan ragam games online yang lekat dengan darah dan kekerasan, maka dapat dibayangkan pemaknaan yang akan didapat dari anak, ketika hampir setiap saat selalu berinteraksi dengan simbol-simbol tersebut dilansir dari media online kompas.com. 

Pentingnya penanaman karakter sejak dini, karena masa kanak-kanak merupakan periode optimal perkembangan otak. Usia dini merupakan masa terbaik dalam proses belajar yang hanya sekali dan tidak pernah akan terulang kembali. Pertumbuhan dan perkembangan anak pada masa ini berlangsung sangat cepat dan akan menjadi penentu bagi sifat-sifat atau karakter anak di masa dewasa. 

Pentingnya kolaborasi antar orang tua, masyarakat dan pemerintah untuk kembali meningkatkan kapasitas pengasuhan, termasuk melalui pelatihan terstruktur, pendanaan, serta penyediaan sarana penyuluhan oleh tenaga ahli. Sehingga akan membantu anak membangun konsep diri, dan kontrol diri yang baik pada anak. (Fadilah 29/10/2025)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *