Bullying Merusak Karakter Pada Anak 

Sikap yang kurang baik seperti perundungan, yang bisa dilakukan dimanapun. Mengakibatkan hilangnya karakter pada anak, dan peran lingkungan sekitar menjadi solusi hal tersebut. 

Perundungan atau yang biasa dikenal dengan bullying, contohnya kekerasan secara langsung, sosial bahkan saat ini bisa melalui media digital. Bullying juga mengakibatkan rusaknya karakter pada anak, dan membuat anak menjadi kurangnya rasa bersosialisasi. Dampak negatif dari perundungan dapat kita lihat, dan bagaimana cara mencegahnya sehingga anak merasa aman dan nyaman ketika di lingkungan sekitar menurut kemendikdasmen yang ditulis pada tahun 2024. Peran orang tua dibutuhkan ketika anak menjadi korban bullying, karena orang tualah yang mengetahui karakter yang dimiliki anaknya. 

Anak-anak yang sering sekali mengalami pembullyan, yang mempunyai latar belakang seperti masyarakat terpinggirkan, keluarga kelas bawah, atau anak yang memiliki kelainan dari berat badan, penampilan, dan  penyandang disabilitas. Miris sekali jika melihat anak mengalami sakit secara fisik maupun emosional dari bullying yang dilakukan. Menurut UNICEF ada beberapa orang tua yang tidak yakin bahwa bisa melindungi anaknya dari bullying. Atau bahkan orang tua tidak menyadari bahwa anak mereka menjadi korban maupun pelaku dari  perbuatan tersebut. 

Bullying menimbulkan dampak buruk pada karakter anak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Jelita, Purnamasari dan Basyar 2021, yang menuliskan bahwa sikap tersebut berdampak pada psikologis anak, seperti munculnya rasa kurang menguntungkan bagi minder, rendah diri, murung, dan lebih suka menyendiri bahkan menurunnya prestasi belajar. Anak yang mendapatkan pembullyan cenderung merasa takut apabila memberitahu orang lain, bahkan menjadi kurang aktif. 

Perilaku Bullying yang terjadi pada anak, dijelaskan dalam teori Pembelajaran Sosial diketahui merupakan hasil imitasi dan pengamatan anak terhadap lingkungannya yang dalam hal ini didominasi oleh media massa. Oleh karena itu, orang tua menjadi sebuah peran utama yang dapat membantu meminimalisir terjadinya perilaku bullying pada anak dengan  memberikan keteladanan yang baik untuk putra putrinya dengan memberikan contoh yang baik dalam bertingkah laku, bertutur kata dan berpikir agar menjadi sebuah kebiasaan yang positif. 

Pencegahan bullying di lingkungan sekitar yang menjadi tanggung jawab bersama, termasuk orang tua. Masyarakat atau bahkan orang tua memiliki peran penting dalam menciptakan budaya yang sehat, di mana semua anak merasa diterima dan dihargai. Dengan mengedukasi diri dan orang lain tentang dampak buruk bullying, melaporkan setiap kejadian, serta memastikan adanya aturan yang tegas, kita bisa membantu mengurangi angka bullying. (Fadilah, 28/10/2025)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *