Menumbuhkan Rasa Tanggung Jawab Pada Anak

Tanggung jawab merupakan sikap yang harus dimiliki oleh setiap manusia, apabila rasa tanggung jawabnya hilang maka tidak akan dipercaya oleh orang lain. 

Tanggung jawab adalah suatu hal yang mudah dijalankan apabila seseorang konsisten dengan apa yang diucapkan betul adanya, dan melakukan tugasnya secara sungguh-sungguh. Dikutip dari media kumparan.com, menuliskan bahwa tanggung jawab adalah dengan memiliki kesadaran terhadap mengelola perasaan dengan lebih bijaksana dalam membuat kesadaran dalam membuat keputusan yang lebih bijaksana. 

Anak-anak lahir dalam keadaan belum mempunyai kesadaran tentang rasa tanggung jawab, rasa tersebut sama dengan kemandirian, kedisiplinan, kejujuran dan juga kompetensi lainnya yang merupakan kemampuan yang didapat anak melalui lingkungannya. Marselius berpendapat bahwa  kurang tepatlah pandangan yang memandang bahwa rasa tanggung jawab akan muncul dengan sendirinya seiring berjalannya waktu, tugas orang tua dan lingkungan sekitar adalah untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab itu. Menumbuhkan rasa tanggung jawab pada anak merupakan sebuah proses, tidak ada patokan khusus usia secara spesifik, orang tua sudah mulai bisa menanamkan rasa tersebut sedini mungkin. 

Sikap tanggung jawab dapat dilihat dari perkataan, dan tindakan yang dilakukan anak sehari-hari. Mengutip pemberitaan  Liputan 6  yang menjelaskan bahwa anak-anak yang sudah menerapkan sikap tanggung jawab memiliki beberapa ciri diantaranya, konsistensi antara ucapan dan tindakan yang dilakukan, kemampuan berkomunikasi yang baik, sikap proaktif dan inisiatif, kesiapan dalam menerima konsekuensi, disiplin dalam manajemen waktu yang baik, komitmen pada kualitas, empati dan kepedulian pada orang lain, integritas dan kejujuran, kemampuan belajar dari kesalahan, serta keberanian mengambil keputusan. Ciri-ciri tersebut tidak semua orang melakukannya, namun secara garis besar  mereka yang memiliki rasa tersebut akan  menunjukan sebagian besar atau bahkan karakteristik tersebut dalam kehidupan sehari-hari. 

Makhluk sosial membutuhkan satu sama lainnya, memiliki rasa tanggung jawab merupakan dasar dari hubungan yang baik dan memberikan kontribusi positif di lingkungan. Ada beberapa strategi yang dituliskan dalam portal online RRI yang dituliskan oleh Marselius pada 14 September lalu, bahwa ada 3 strategi yang dibutuhkan. Diantaranya, memulai dengan hal kecil, contohnya seperti menyelesaikan PR, menjaga kebersihan lingkungan, dan membantu teman apabila dibutuhkan. Memberikan kepercayaan, dengan cara memberikan kepercayaan dan memicu rasa ingin membuktikan dalam dirinya. Yang terakhir mengajarkan tentang konsekuensi dan konsistensi, bahwa setiap tindakan yang dilakukan pasti memiliki konsekuensi, jika seorang gagal dalam menyelesaikan tugasnya maka penting bagi orang tersebut untuk bangkit kembali, memberikan semangat serta perlunya menjaga konsistensi dalam proses tersebut. Ketika hal tersebut sudah dijalankan maka sikap anak akan lebih bertanggung jawab atas apa yang ia kerjakan, dan ia miliki. (Fadilah, 18/10/2025)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *